Penghujung tahun ini, sufi mengurungku dalam dekapan kesunyian. Memelukku dalam dekapan sedih dan rindu. Diantara pijaran api di langit, ia mengusap dunia. Terkurung bukan hal terakhir untuk selalu memujiMu. Gegap gembita itu melupakan segala hal yang pernah mentorehkan kesedihan. Mungkin Rebo Wekasan hanya mitos di tahun baru ini, ketakutan balak bukan syirik yang ditutupi. Akan tetapi ia nyata di mata, harum bunga Kusuma berJaya di tahun baru, membalut kalut kota Mataram dengan sedih. Sekali lagi setelah empat tahun yang lalu juga demikian. Wali-wali mungkin hanya mereka menjadi kembang yang berpijar di langit. Mungkin kekalutan tetembangan Megatruh menghiasi malam ini. Whirling Dervish seperti berputar dengan dendangan Megatruh malam ini. Selamat tahun baru kawan, semoga kelarutan kesenangan ini hanya sebentar saja, mungkin kita kelak akan dibalas dengan kematian yang menyeramkan dengan dicampakkan oleh kembang api dan kita baru merasakan bagimana mereka dahulu menyabarkan diri dari bingar-bingar kita.

Sugeng Sowan Gusti Bendara Pangeran Haryo Joyokusumo, mugi khusnul khotimah.

Advertisements