Hikmah perjselamat_hujan_indonesia_by_yansetiawan-d3ehxn2alanan malam ini dari Kampus FH UII menuju Beranda di Bantul. Cuma sekedar berkhayal saja, ternyata apa yang disampaikan oleh Gus Muwafiq tempo hari di FMIPA UII itu ada benarnya juga. Tetapi ini dalam prespektif yang lain.

Hujan malam ini terasa agak aneh saja, meski dalam perjalanan hujan tidak menampakkan batang hidungnya. Keluar kampus sampai perempatan Ndruwo, terpantau hujan mampir di area ini. Dari perempatan Ndruwo sampai perempatan Manding terpantau kering tanpa bekas hujan di sebagian perjalanan. Dari Manding menuju perlimaan Bejen, hujan tampaknya pernah melewatinya. Dari perlimaan Bejen menuju rumah, jalan tampak kering tanpa air.

Ya, seperti itulah perjalanan batin kita sebetulnya. Setiap orang akan selalu berbeda, Allah SWT memberikan suatu hidayah itu berbeda antar manusia satu dengan lainnya, meski kalau mirip itu adalah suatu kewajaran. Ada manusia yang diberi tingkat kesufian tinggi, manusia lain tidak sanggup mengikuti pola berpikirnya. Ada manusia yang diberi tingkat pengetahuan yang tinggi, banyak manusia yang tak sejalan juga. Ada manusia yang hanya dungu, sehingga manusia yang berpangkat tinggi tak tahu jalan pikirannya.

Begitu pula firqoh yang berkembang belakangan ini. Banyak yang menuduh ini bid’ah, itu bid’ah, ini syirik, itu kafir. Ya, sebatas itulah Allah SWT memberikan hidayahNya. Di debat dengan berbagai dasar kuat pun, keyakinan mereka tidak akan goyah. Tak sejalankah mereka dengan akal pikiran kita maupun tradisi kita? Itu sejatinya bukan masalah kita, hanya manusia yang tidak sampai saja pola pikirnya untuk mengamalkan berbagai amalan kita lantas menuduh manusia lain yang tak sejalan dengan makian kebencian.

Gus Muwafiq dan Santri Geseh

Advertisements