Hasil apa yang saya dapatkan dari mendampingi kesana dan kemari seseorang yang misterius adalah sebuah ilmu yang harus diamalkan. Serangkaian kegiatan yang dijadwalkannya ketika menyambangi kota pelajar.Tentu saja kegiatan tersebut melibatkan saya untuk aktif menghantarkan orang tersebut kemana pun kegiatannya. Mengikutinya adalah sebuah jalan untuk mencari ilmu yang lain dari bangku-bangku kuliah, bahkan kuliah umum sekalipun.

Otak harus diajak berpikir dengan cepat, bahkan kalau memakai Jurus Tanpa Bentuk-nya Pendekar Tanpa Nama pun saya pasti masih kalah cepat. Logika-logika strategis dalam mengelola sebuah perkumpulan adalah sebuah jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. Atau paling tidak logika tersebut dapat membantu untuk mencari jalan keluar. Sebuah keberhargaan dari pengalaman orang misterius itu.

Saya tidak perlu menyebut nama, setidaknya saya bisa menyempatkan untuk mendengar dan mengolah di alam imajinasi saya tentang sebuah dinamika dalam organisasi. Setidaknya dalam minggu-minggu ini, ilmu itu secara intens dan massif menggelontor masuk dalam ruang-ruang pikiran tanpa sekat sekalipun. Justru bingung adalah sebuah tantangan agar dapat mengurai benang kusut.

“Jaadi, titik permasalahan kalian itu ada di ……..,” mungkin cuplikan itu dapat mengambarkan bagaimana hafalnya saya tentang style yang orang itu mainkan. Bahkan gerakan tangannya yang sikunya menekuk di depan dada itu masih terlihat lekat di kelopak mata. Atau mungkin percakapan ini, “Arek-arek iki mesti ruwet,” itu cuma beberapa branding yang ia mainkan.

Saya terpaksa meninggalkan bangku lesehan di langgar utara jalan itu. Dua malam bahkan tidak tidur di kasur empuk. Ujian yang terakhir dari pondok utara jalan itu bahkan entah menjadi apa. Sekarang pun entah sedang sibuk apa kantor yang setiap akhirussanah menguras tenaga saya. Tetapi setidaknya, ilmu itu tetap mengalir meski di berbeda tempat.

Terima kasih atas kunjungan Anda, bukan saya alay seperti di status teman sebelah. Saya hanya kesal, kenapa saya harus duduk di pembantu ormawa berwarna hijau. Saya pikir, semuanya dilakukan dengan pikiran dan hati, bertahap, dan perhitungan, bukan untuk kemudian serampangan bergerak dan entah menghasilkan apa. Cukup berat untuk dapat diceritakan. Bahkan berat itu menambah kilogram tubuhku ini.

Advertisements