Tidak pernah memimpikan untuk menjalani rutinitas yang berat ini. Ritme PerjuanganDi samping keinginan kuat untuk ini dan itu terdapat keharusan lain yang perlu untuk dipikiran. Berjalan puluhan kilometer dari ujung pantai selatan hingga pucuk merapi. Beberapa hari harus ku daki jalanan yang ramai itu. Bahkan pulang larut pun terpaksa menjadi bagian baru dari kehidupan yang tidak tentu jalannya ini.

Energi tubuh tentu terkuras dengan sangat, kejenuhan dan kebosanan ketika melalui proses pendakian itu sedikit menemani perjalanan. Mata di jalan sedikit berat itu sudah biasa, resiko nyawa itu sebagai taruhan. Tidak hanya energi tubuh dan kondisi badan, pikiran pun harus terkuras begitu sangat bahkan waktu. Berleha-leha bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Mendengarkan pun bukan alternatif untuk mengurai masalah. Berpikirlah untuk dapat melakukan problem solving dengan tepat.

Aku belajar bagaimana ‘estu’ dan ‘khidmah’. Dua kata yang sering diperdengarkan dalam kosakata yang disampaikan di jamaah thoriqoh yang berpusat di Surabaya. Rasanya itu memang berat. Belajar dari sana, aku mendapat pengalaman yang berharga. Bahkan bayangan imajinasi dahulu kala itu tergambar bukan sebagai novel saja. Aku masih terkagum dengan komunikasi masa lampau yang menggunakan dua interaksi sekaligus, baik secara dzahiriyyah maupun bathiniyyah.

‘Estu’ itu menggambarkan bagaimana kesungguhan dalam melakukan sesuatu hal. Sedangkan ‘khidmah’ adalah kesanggupan untuk dapat melayani. Estu membentuk pola-pola pikir untuk dapat mengemban amanah secara baik dan bertanggung jawab baik secara hablum minannas maupun hablum minallah. Pola pikir inilah yang kemudian bersangkutan dengan ‘khidmah’, dimana kesiapan untuk dapat melayani, melayani jamaah, anggota, maupun orang-orang yang dituakan.

Berharap dengan semua ini, adalah jalan yang terbaik dari Allah SWT. Seluas lautan itu saja tidak bisa menjangkau kesempurnaan ilmu, maka ilmu tentu saja berada dimanapun manusia itu berada. Hanya kemudian ridho dan ikhtiar merupakan prioritas tertinggi dalam estu dan khidmah. Karena kemudian Allah-lah yang akan menunjukkan jalan bagi makhluk-Nya.

Advertisements