………………

Malam semakin kelam dan dingin semakin menjadi. Kemarau yang membuat langit bersih dari mega-mega menggumpal memberikan udara yang menyeramkan. Dingin itu membuat semuanya bergemetar. Bahkan, tidak cukup satu lembar kain untuk menutupi tubuh.

Saniscara semakin menjauh dari Wengker. Suram menyelimuti kota megah itu. Ia harus lari sebelum semuanya terlambat. Kuda Narapati-lah yang kini setia menghantarkan kemanapun tujuan Saniscara lari. Semuanya membuat Saniscara harus pergi meninggalkan Wengker dengan keadaan yang begitu rupa.

Kuda Narapati terus saja berjalan dengan pelan. Ia lirik beberapa bintang yang masih berpijar indah di tempatnya. Kuda yang gagah dan kokoh itu mengenal segala jenis medan yang ia tempuh. Tidak hanya itu, Kuda Narapati juga terkenal cerdas. Kesetiakawanannya sudah tidak diragukan lagi, terlebih kepada Saniscara.

Hamparan lahan garapan yang luas itu Kuda Narapati terkesima. Jagung terhampar begitu jauh mata memandang. Beberapa depan di depannya, terdapat gubug yang biasanya digunakan oleh petani untuk beristirahat dari mengawasi tanaman yang subur itu. Tidak hanya Kuda Narapati yang melihat gubug itu, Saniscara dengan pengelihatannya itu juga menangkap bayangan bangunan tersebut.

Saniscara biarkan Kuda Narapati menempatkan dirinya. Ia tahu kuda kesayangannya itu juga merasa perlu untuk rehat dari panjangnya perjalanan. Perjalanan menuju Mantyasih memang masih harus ditempuh setengah hari lagi. Namun, lelah itu membayang dan menggoyahkan perjalanan Saniscara. Kuda Narapati telah menempelkan tubuhnya di tiang gubug itu. Saniscara kemudian turun dari pelana dan terkapar begitu rupa di atas gubug itu.

“Lelah ya Kuda Narapati? Sama, aku juga,” ucap Saniscara sambil melentangkan tubuhnya di gubug tersebut.

Kuda Narapati hanya mendengus uap. Dingin memang membuat nafas seolah-olah mempunyai uap-uap yang melayang diudara. Menusuk di antara relung-relung tulang. Menembus kain yang Saniscara kenakan, Tapi apa boleh buat, lelah itu harus ia bayar dalam kedinginan. Kemudian semuanya tampak samar, semakin samar, dan hilang dalam keheningan dan kegelapan.

……………..

Advertisements