………

“Anak itu harus dilindungi dari kepentingan orang-orang yang bergolongan hitam San,” ujar Rangga Naraya.

Saniscara mengangguk membenarkan kata Rangga Naraya.

“Aku adalah tanggung jawab besar untuk melindungi dia, karena akulah yang ditunjuk oleh para Dharmadyaksa yang mulia dalam amanah ini.” lanjut Rangga Naraya.

Saniscara tertegun, amanah seperti apa? Ia menyempatkan untuk mengerutkan dahinya. Kerut penuh pertanyaan. “Amanah? Seperti apa itu Tuan Rangga?”

Rangga Naraya membuang muka ke arah depan. Memandang halaman depan yang kosong. Dedaunan yang menari riang dihempas angin mungkin mengalihkan pandangannya. Pandangan yang mengingatkan pada beberapa tahun yang lalu.

“Namaku sebenarnya adalah Jatagrita, pengabdi di sebuah perguruan spiritual Kadharman Budi Satya Nagara. Di sanalah aku tahu menahu bagaimana perputaran Naraya, harapan semua makhluk. Seseorang yang dititahkan menyeimbangkan dunia. Imam bagi makhluk di dunia ini.”

“Presiden Mentyasih memberikanku gelar Rangga Naraya karena dorongan dari Kadharman Budi Satya Nagara. Pejabat yang dilegalkan pemerintahan sebagai penanggung jawab keselamatan Naraya selanjutnya. Naraya adalah konflik, konspirasi selalu menginginkannya. Negara akan saling memperebutkan Naraya.

“Hanya Jaringan Perguruan Dharmadyaksa inilah yang menjaga keberadaan Naraya. Dia adalah makhluk amanah Sang Hyang untuk umat manusia. Sekarang perputaran itu telah terlahir di Sabha, perang besar akan terjadi. Dan aku akan melindungi Naraya dari ancaman yang membayanginya.”

Saniscara mengangguk paham dan baru mengetahuinya. Rangga Naraya berterus terang setelah anak itu ditemukan keberadaannya. Meski Saniscara harus menyusup di jantung Wengker untuk menyusuri informasi penting lainnya. Selama ini hanya jaringannya yang begitu kuat untuk menemukan informasi keberadaan seseorang yang diduga kuat Naraya itu.

Saniscara memandang tajam wajah yang begitu sayu dari seorang Rangga di Mentyasih. Entah apa yang mejadi beban pikirannya setelah informasi yang ia dapatkan. Saniscara hanya menggarisbawahi yang dapat menjadi alasan Rangga Naraya terbebani, perang besar.

………………..

Advertisements