Satu persatu cumbumu memegang rindu.
Merintih dan mendesah dalam ilusi yang tak pernah jemu.
Menghadirkan nikmat-nikmat yang selalu menjadi candu.
Rindu, begitu ketika bertemu.

Menari dan terus berputar dalam puncak kenikmatan
Bergerak mencari rindu kesejatian.
Berlama dalam cumbu mesra keabadian.
Poros yang menjadi sumbu kecintaan.
Akankah ini akan berakhir di telan zaman?

Advertisements