(#BukuUntuk2016)
Selesai baca buku ke-16
Mahameru – Qaris Tajudin
Gramedia, Jakarta (2011)
231 halaman

Judul novel ini menggunakan nama gunung tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru. Gunung yang menjadi trending setelah kesuksesan film 5 cm. Melihat judulnya mungkin mengimajinasikan menuju sebuah petualangan dalam pendakian menuju puncak tertinggi Pulau Jawa tersebut. Tetapi, hal tersebut tidak begitu tepat, karena akan disuguhkan petualangan yang tidak kalah menarik.

Nevel kali ini menggunakan latar belakang kisah cinta Pranacitra dan Rara Mendut. Kisah cintanya saja yang menjadi sebuah latar belakang novel ini, tetapi bukan untuk alur dan setingannya. Mataram menjadi sebuah kota dengan gemerlap ibu kota negara pada masa kini. Prawiramantren menjadi sebuah landmark kekuasaan dan kemegahan Mataram.

Tokoh utama dalam Mahameru ini, bukan Pranacitra dan Rara Mendut, begitu menurutku. Justru sosok yang mempunyai nama Elang merupakan tokoh yang paling berpengaruh dalam alur ini. Dikenalkan di awal dan mempunyai sekmen sampai akhir cerita, beda dengan Pranacitra maupun Rara Mendut.

Saya justru lebih prefer kepada penokohan Elang. Justru ia yang memiliki peran cukup berarti dalam novel ini. Sangat fiksi selaki tokoh Elang. Bagi yang penasaran Elang, silakan baca sendiri Mahameru. Kemarin novel ini saya dapatkan dari Open Garage Warestore Gramedia di Maguwoharjo. Semoga masih ada yang lain.

 

Lama Baca : 1 – 11 Oktober 2016

#Dalifnun #Nahdliquerz #Book #Buku #Pictofday #RaraMendut #Pranacitra #Mataram #NovelFantasi #Sejarah

Advertisements