(#BukuUntuk2016)
Selesai baca buku ke-17
Surat untuk Kopi Manis – Muhammad Najib Murobbi
Penulis Muda Publisher, Jawa Tengah (2016)
264 halaman

Cerita yang diperankan oleh Ahmad Zein sebagai tokoh utama ini mengambil seting di Pondok Pesantren Gintung. Saya mempunyai filing besar terhadap cerita ini tentang kehidupan penulis. Su’udzon saya bahkan sampai pada taraf menganggap tokoh utama representatif dari penulis sendiri. Mungkin seperti kenangan ataupun pejalanan hidup di pondok.

Kisahnya pada intinya pada percintaan. Sungguh hal ini menampar saya sebagai Jomblo. Sedikit ada rasa iri ketika membaca novel dengan latar cerita percintaan. Ahmad Zein di pondok sering kali bertukar surat dengan seorang santriwati bernama Annisa Wimala. Ketika pondok sedang menyelenggarakan acara, maka saat itulah sering kali digunakan untuk bertukar surat. Atau kalau tidak mereka akan menitipkannya pada seorang kurir kepercayaan.

Tentu sangat berkersan membaca novel ini, sebab saya mendapatkannya langsung dari penulis yang merupakan teman sendiri. Sering ngobrol, bertukar pikiran sampai bertukar cangkir penuh kopi. Pertanyaan besar justru pada judulnya, meski sebetulnya dijelaskan secara tersendiri dalam novel. Sejak kapan kopi menjadi manis? Jawabannya sudah saya dapat, sejak kalian baca novel ini.

Thanks to Muhammad Najib Murobbi, ditunggu buku berikutnya. Lah saya kapan? Tunggu saja!

#Dalifnun #Nahdliquerz #Book #Buku #Pictofday #Sinila #Dieng #ExploreWonosobo #ExploreBanjarnegara #Sejarah

Advertisements