(#BukuUntuk2016)
Selesai baca buku ke-18
Suluk Tambangraras; Runtuhnya Giri Kadhaton – Damar Shasangka
Prameswari, Jakarta (2016)
829 halaman

Saya disuguhkan dengan latar waktu zaman Kasunanan Surakarta berkuasa pada halaman-halaman pertama sebagai pembuka alur cerita yang begitu panjang. Raden Mas Gusti Sugandi atau Pangeran Adipati Anom mengumpulkan tiga abdi dalemnya untuk secara bersama-sama mengantisipasi jika Belanda (Walanda) merampas seluruh khazanah ilmu Jawa dengan menuliskannya pada satu kitab saja dan kini dikenal sebagai Serat Centhini.

Serat Centhini yang mempunyai nama lain Suluk Tambangraras memiliki cerita yang digambarkan dalam bait-bait tetembangan berbahasa Jawa. Secara runtut Damar Shashangka menceritakannya kembali sejarah Sunan Giri (Susuhunan Giri). Hal ini menjadi kilas balik dari novel yang telah ditulis oleh Damar Shashangka dengan judul Sabda Palon. Ada beberapa cerita yang memang diambil dari novelnya terdahulu dengan sedikit meringkasnya.

Mulai dari datangnya ayah Sunan Giri di Jawa dan kemudian harus berurusan dengan Kerajaan Blambangan. Hingga kemudan Sunan Giri tumbuh di Pesantren Ngampeldenta dibawah asuhan Sunan Ampel. Kejatuhan Kerajaan Majapahit dan digantikan kedudukannya oleh Demak Bintoro. Berikut dengan konflik yang terjadi pada masa itu. Era Pajang terlewati dan menyisakan cerita dimasa kepemimpinan Panembahan Anyakrakusuma di Mataram.

Pada masa inilah titik mula dari perjalanan Suluk Tambangraras, jebolnya Kadhaton Giri oleh pasukan yang dibawa oleh Pangeran Pekik, salah seorang cucu Sunan Ampel yang menjadi tangan kanan Mataram. Perang terjadi dan menyisakan perjalanan bagi mereka yang akan diceritakan pada novel selanjutnya.

Begitu runtut peristiwa itu digambarkan dengan novel ini. Damar Shashangka mengolahnya seperti tatkala menerbitkan serial Sabda Palon sebanyak lima jilid. Bahasanya begitu mengalur dengan baik, sehingga rasa bosan itu hampir tidak dirasakan. Justru ketagihan dan penasaran pada halaman demi halaman. Selagi masih mempunyai waktu senggang, maka saya sarankan untuk dapat membaca novel ini sebagai teman dalam kesendirian.

 

Lama Baca : 14 – 24 November 2016

#Dalifnun #Nahdliquerz #Book #Buku #Pictofday #Sejarah #Surakarta #SulukTambangraras #SeratCenthini #Mataram #Gresik

Advertisements