Dimulai dari apa dan darimana. Kebiasaan meresensi buku yang telah dibaca ini menjadi trending bagi teman-teman sekitar. Ibaratnya ini adalah mutual friend yang akan saling berhubungan satu sama lainnya. Setidaknya ada empat cecunguk yang merutinkan kegiatan ini, termasuk saya. 

Paisal Salman yang menjadi inspirasi dari kegiatan yang menghibur tahun 2016 kemarin. Penuh dengan buku, begitu ujarku. Dia bahkan menargetkan pada tahun itu untuk melahap habis halaman demi halaman dari 40 buku. Dan secara rutin, setelah usai membaca buku maka ia akan menuliskan kesannya atau quote dari tokoh buku itu. 

Format tulisan awal resensi menurut Paisal Salman ini merujuk identitas dan data buku secara sederhana. Judul dan pengarang itu wajib. Penerbit, tahun terbit dan tebal halaman juga menghiasi caption di Instagram. Namun sebelum semua itu dituliskan, ada sedikit tambahan informasi dan hastag terkait telah selesai dibaca dan dedikasi buku untuk tahun tertentu. 

Setidaknya ada 4 orang yang menuliskan hal serupa. Mungkin saling terinspirasi karena mutual friend tadi. Pertama, Paisal Salman sang panutan. Kedua, saya yang menirukan langsung di tahun yang sama, 2016. Ketiga dan keempat ini muncul setelah 2017 mengganti tahun sebelumnya, masing-masing adalah M Najib Murobbi dan M Rinaldi El Hakim. Dunia memang sempit, keempat cecunguk ini merupakan mahasiswa yang berkuliah di almamater yang sama, UII. 

Meskipun gaya meresensi kita sama. Tetapi ada hal yang membedakannya. Terutama yang mencolok adalah angka bukunya. Tahun lalu, Salman menargetkan 40 buku sedangkan saya tidak menargetkan berapa buku, yang penting khatam saja. Tahun ini, Najib menargetkan pada bilangan yang unik 38, cukup nanggung. Sedangkan Hakim memilih untuk meniti seperti yang saya lakukan, yang penting baca. 

Doakan saja kita selalu beristiqomah untuk menjalani ritual pembaca budiman ini. Selain peduli buku,  tetapi tidak ketinggalan untuk eksis di sosial media, Instagram. Semoga virus positif ini menular hingga kemana-mana hingga budaya literasi kita menjadi semakin baik. Tentu dengan buku yang berkualitas. 

Bantul, 7 Januari 2017 

Advertisements