(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-4
Buronan Kerajaan – Rafi Izam
Lokamedia, Jakarta (2011)
352 halaman

Buku ini saya tahu dari penulisnya sendiri. Awalnya ada postingan di grup facebook. Judul buku inilah yang menarik minatku. Berbau kerajaan, begitu gumamku waktu itu. Kemudian saya pesan novel satu ini ke penerbitnya sesuai permintaan dari penulis.

Ceritanya berada di luar dugaan saya sebelumnya. Saya kira, bercerita tentang Kerajaan Majapahit, Pajajaran, atau Demak yang memburu seorang buronan. Tetapi dugaan itu semuanya salah dan terbantahkan. Saya harus mulai kembali membuang segala cerita itu ketika membaca novel ini.

Seperti novel fiksi fantasi, cerita ini salah satu genre itu. Menceritakan tentang sebuah kerajaan yang teramat kuno di Indonesia. Kerajaan Raksasa Padya, begitu novel ini menyebutnya. Kerajaan yang lebih tua daripada Kerajaan Kutai. Ratusan juta tahun yang lalu. Tentu tidak akan mungkin ada di buku sekolahan, namanya saja novel fantasi.

Jarang Wangi, begitu tokoh utama dari bangsa Raksasa Padya menjadi sorotan dalam setiap ceritanya. Begitu juga dengan Alma, wanita muda dan juga seorang peneliti yang menjadi tokoh utama dari bangsa Manusia Bumi. Mereka karena berbagai sebab dipertemukan di pertengahan alur. Dari sinilah kemudian konflik menjadi lebih seru.

Kalau bisa mengimajinasikan, maka ini seperti film laga yang epik. Salah satu seting tempatnya berada di Jakarta. Bahkan sebuah pertempuran yang dinamakan Nagayuda. Perang yang terjadi antara manusia bumi dengan para Naga. Ini sepertinya seru jika difilmkan secara aksi. Seperti Game of Thrones saja, tetapi benar-benar ciamik jika ada sinemas yang mau menggarap film aksi ini.

Sedikit menemukan saja di bagian awal cerita. Meski benar, rasa penasaran itu selalu terbawa. Tetapi agak terlalu lama saja untuk bisa menikmati keseruannya. Jika penasaran, kenapa menjadi buronan dan kenapa terjadi Nagayuda, maka bacalah novel ini.

Lama Baca : 8 – 29 Maret 2017

Advertisements