(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-7
Mahapatih Nambi : Percik Api di Jantung Majapahit – Gesta Bayuadhy
Dipta, Yogyakarta (2016)
332 halaman

Kali ini, saya kembali menjelajahi novel yang mempunyai latar belakang sejarah. Saya kembali menyelami zaman Majapahit di awal periodenya. Majapahit di awal pendiriannya. Mahapatih Nambi, sosok utama yang menjadi obyek di novel ini. Salah seorang asabiqunal awwalun-nya Raden Wijaya.

Momentum kali ini begitu tepat. Saya membaca novel ini ketika di dunia maya sedang tengah ramai kontroversi Gaj Ahmada. Mahapatih Nambi adalah patih pertama Majapahit. Setelahnya ada Mahapatih Halayudha, Mahapatih Arya Tadah dan kemudian baru Mahapatih Gajahmada.

Novel ini lebih menceritakan tentang Mahapatih Nambi yang menjadi sasaran fitnah dari sekelompok pasukan hitam di lingkungan Keraton Majapahit. Saya sebelumnya sudah membaca novel yang berlatar belakang sejarah Majapahit dan tokoh dibalik fitnah ini begitu terkenal di novel-novel tersebut. Yaitu Halayudha, seseorang perwira Majapahit yang mempunyai standar ganda ditubuhnya.

Standar ganda. Satu sisi ia menjadi seorang perwira yang begitu gagah dengan tutur kata yang mriyayi dan gagah. Satu sisi lainnya, Halayudha membentuk pasukan telik sandi ilegal untuk memuluskan cita-cita Halayudha menjadi seorang Mahapatih. Telik sandi ini kerjanya seperti Cyberarmy di masa sekarang dengan isu yang dilemparkan untuk memperkeruh suasana.

Unsur kanuragan masih menjadi pelengkap di novel ini. Sepertinya memang hal itu tidak bisa dipisahkan dari sejarah negeri ini, silat dan kanuragan. Unsur inilah yang membentuk novel ini kian asik. Seperti apa asiknya, silakan untuk dinikmati. Jika Anda penggemar novel dengan genre sejarah maka membaca novel ini dapat menjadi saran terbaik untuk mengisi akhir pekan Anda!

 

Lama baca : 13-20 Juni 2017

Advertisements