(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-11
Golok Naga dan Pedang Langit Jilid 2 – Jin Yong
Gramedia, Jakarta (2016)
385 halaman
Lama baca : 24-25 Juli 2017

Okey, kita bertemu kembali pada resensi dari jilid keduanya Golok Naga dan Pedang Langit. Pertanyaan awal dari saya, masih ingat bagian akhir dari jilid pertama? Coba sedikit me-refresh di novel pertama, karena novel kedua ini pun memiliki alur lanjutan dari kisah pertama.

Ulasan kali ini tidak terlalu panjang karena yang panjang sudah di bagian pertama kemarin. Hehehe. Setelah di jilid pertama menempatkan Zhang Cuishan sebagai tokoh sentral maka kali ini anaknya mendapatkan warisan. Zhang Wuji mendapatkan posisi itu, bahkan semakin kuat.

Novel kedua ini mengisahkan perjalanan awal dari kisah Zhang Wuji. Mulai dari ketika dirinya tidak bisa diobati karena terkena Kapak berbahaya dari Aliran Radikal Shaolin. Di Lembah Kupu-Kupu, dirinya melalukan penyembuhan sekaligus mulai belajar disiplin ilmu-ilmu tertentu.

Cerita selanjutnya itu seperti di jilid awal, pengembangan dan tidak terduga. Setidaknya ada bagian kisah asmara dari Zhang Wuji. Selain itu terdapat pula bagaimana hubungan Zhang Wuji dengan kakeknya, Zhang Sanfeng dan perguruan Wudang. Karena menurut saya hal terakhir ini begitu menarik diikuti, baik di novel kedua maupun di jilid berikutnya.

Hal paling menarik dari jilid ini adalah ketika Zhang Wuji menemukan Kitab Sembilan Matahari. Kitab tersebut adalah pusaka dari aliran Shaolin dan kenapa Biksu Jue Yuan dihukum pada jilid pertama karena hal ini. Kitab ini seperti menjadi sumbernya aliran-aliran silat di kala itu, Shaolin, Wudang dan Emei.

Sebenarnya banyak kejutan, maka dari itu mendingan baca saja daripada penasaran.

Advertisements