Rindu ini memang tidak mempunyai ujung yang jelas.
Aku memikirkanmu dengan perasaan harap-harap cemas.
Ada guratan gelisah di jendela rumahmu, dengan debu tebal bertuliskan namamu.
Hanya namamu yang tergores dengan indah di atas debu yang terkumpul lalu.
Harus bagaimanakah lagi aku sampaikan kegundahan?
Menyebarkan ilalang tanya seluruh perasaan.
Jika rindu memang siksaan.
Kala jemarimu tak lagi memberikan pesan.

D.21.2.18
Bantul

Advertisements