Search

el suyuthi

penjelajah kata tanpa arti

Category

Resensi

Layla: Seribu Malam Tanpamu

(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-6
Layla: Seribu Malam Tanpamu – Candra Malik
Bentang, Yogyakarta (2017)
259 halaman

Kembali lagi saya mengunjungi karya dari Gus Can aka Candra Malik. Sebelumnya saya menyelami Mustika Naga. Novel yang sebetulnya tidak berbeda jauh dengan karya Gus Can sebelumnya. Hanya saja, sayangnya saya tidak membuat resensi tentang Mustika Naga karena bacanya dahulu belum termotivasi buat membuat resensi semacam ini.

Continue reading “Layla: Seribu Malam Tanpamu”

Suluk Bagimu Negeri 

(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-5
Suluk Bagimu Negeri  – Aprinus Salam
Gambar Buku Budaya, Yogyakarta (2017)
79 halaman

Buku kumpulan puisi atau sajak ini saya peroleh langsung dari penulisnya. Benar-benar langsung, ada penulisnya. Hanya saja media mendapatkan buku ini melalui pertanyaan kepada Prof. Nadirsyah Hosen tempo waktu. Buku ini menjadi kenangan dari KH Mustafied (Gus Tafid Mlangi) bagi mereka yang bertanya kepada narasumber di depan. 

Continue reading “Suluk Bagimu Negeri “

Buronan Kerajaan 

(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-4
Buronan Kerajaan – Rafi Izam
Lokamedia, Jakarta (2011)
352 halaman

Buku ini saya tahu dari penulisnya sendiri. Awalnya ada postingan di grup facebook. Judul buku inilah yang menarik minatku. Berbau kerajaan, begitu gumamku waktu itu. Kemudian saya pesan novel satu ini ke penerbitnya sesuai permintaan dari penulis.

Continue reading “Buronan Kerajaan “

Harta Vaeran

​(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-3
Harta Vaeran – Pratama Wirya
Gramedia , Jakarta (2011)
517 halaman

Kali ini saya harus menjamah novel dengan genre fantasi. Novel yang mengangkat dunia Vandaria Saga. Entah dunia yang seperti apa. Tetapi cukup menarik untuk mengikuti kisahnya.  Continue reading “Harta Vaeran”

Hujan Bulan Juni 

​​(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-2
Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono
Gramedia , Jakarta (2016)
133 halaman

Buku kali ini merupakan sebuah sastra yang berbentuk novel. Sebelum terbeli, buku ini berada di rak sastra yang berdekatan dengan novel. Sebenarnya ini menimbulkan dugaan yang tidak-tidak. Jangan-jangan penata letak buku bingung mengategorikan buku karya Sapardi ini. Saya cenderung memilih genre sastra daripada novel untuk buku ini. Meskipun di cover depan memuat tulisan besar Novel. Tetapi ini sastra!  Continue reading “Hujan Bulan Juni “

A Game of Thrones 

​(#BukuUntuk2017)

Selesai baca buku ke-1
A Game of Thrones (Perebutan Takhta) – George R R Martin
Fantasious, Jakarta (2015)
910 halaman

Begitu tertarik untuk mengikuti novel ini karena serial yang telah ku tamatkan sebelumnya. Biasanya antara novel dengan film terdapat kesenjangan cerita. Pada novel dan serial Game of Thrones ini pun juga terdapat hal yang menjadi kebiasaan tersebut. Itulah latar belakang ingin menyelami karya George Martin ini.  Continue reading “A Game of Thrones “

Resensi Unik

Dimulai dari apa dan darimana. Kebiasaan meresensi buku yang telah dibaca ini menjadi trending bagi teman-teman sekitar. Ibaratnya ini adalah mutual friend yang akan saling berhubungan satu sama lainnya. Setidaknya ada empat cecunguk yang merutinkan kegiatan ini, termasuk saya. 

Continue reading “Resensi Unik”

Santri Jalanan 

​(#BukuUntuk2016)

Selesai baca buku ke-19
Santri Jalanan – Ahmad Naufa Khoirul Faizun
Gema Media, Wonosobo (2016)
263 halaman

Kembali lagi, saya dapatkan sebuah buku langsung dari penulisnya. Komunikasi melalui media sosial Facebook, mengantarkan saya untuk juga ikut serta membeli karya perdananya dalam menerbitkan buku. Mungkin inilah salah satu bentuk apresiasi terhadap karya orang lain. Mutualisme yang harus terus dilakukan sebagai bentuk interaksi sosial.

Saya tertarik pada judul buku yang mengangkat Santri Jalanan. Santri yang biasanya berdiam diri dalam kurungan penjara suci yaitu pondok pesantren maka kali ini penulis mengangkat Santri Jalanan. Santri yang berada di jalanan untuk menimba ilmu-ilmu yang diberikan oleh dunia luar dari batas keilmuan pondok pesantren.

Isi bukunya pun tidak begitu berbeda drastis dengan judulnya. Seperti bunga rampai, buku ini berisi dari tulisan-tulisan kecil dari penulis sebagai reportase maupun respon atas segala problematika. Tidak ada tulisan yang mengangkat cerita tentang pesantren secara khusus. Kebanyakan tulisan merupakan perjalanan pribadi penulis, baik segi pengalaman, mengikuti Maiyah, dan berkhidmah di NU. 

Latar belakang penulis sebagai Santri di An Nawawi Purworejo dan Aktivis Muda Nahdlatul Ulama membuat tulisan yang dirangkainya menjadi sarat akan makna. Terlebih dalam bab Pengalaman dan Perjalanan yang menceritakan baik segi pengalaman yang pernah di temui maupun perjalanan yang merupakan musabab dari sebuah pengalaman tersebut dilalui. 

Bahasa yang digunakan untuk menuliskan bunga rampai ini cukup untuk membuat pembaca mengikuti bagaimana cara berpikir dan membangun suatu paradigma. Sebuah buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh santri dan aktivis Nahdlatul Ulama. Begitu juga kepada para penggiat Maiyahan ataupun penggemar Cak Nun, silakan baca.

Lama Baca : 25 November – 7 Desember 2016 

Mulailah Berpikir!

Membaca sambil berpikir itu mungkin yang jarang sekali dilakukan oleh sebagian orang. Padahal proses membaca itu menambah wawasan yang lumayan, apalagi kalau ditambah dengan berpikir. Mudah-mudah sulit tentu, tapi disaat era media sosial seperti kali ini, tentu akan banyak manfaatnya. Continue reading “Mulailah Berpikir!”

Blog at WordPress.com.

Up ↑