Search

el suyuthi

penjelajah kata tanpa arti

Terlambat

Kekasih,
Aku merasa menemukanmu,
Setelah perjalanan panjang ini,
Melelahkan, keluhku.

Kekasih,
Aku merasa terlambat,
Setelah tersesat dan hilang,
Terpenjara egoku sendiri.

Kekasih,
Aku merasa jauh,
Keterlambatanku menyebabkan jarak tercipta,
Menyesak sebagai penghambat,

Kekasih,
Aku merasa merindu
Meski banyak juga yang merindukanmu,
Tetapi aku, begitu jauh darimu.

D.13.4.18

Advertisements

Tumpukan Rindu

Tumpukan rindu
Mungkin tidak sekuat tumpukan buku
Buku terdiri dari kertas bersusun
Dan dijilid dengan kokoh

Rindu terdiri dari kegelisahan hati
Yang ditambung secara kontinyu
yang terhempas sedikit saja
Ia akan hilang kendali

D.18.3.18

Bukan Siapa-Siapa

Aku bukan Sarwono yang sedang merayu Pingkan,
Kamu sendiri bukan seorang Pingkan, kekasih Sarwono,
Aku tidak sedang menjadi Dilan, atau berpura-pura menjadi dirinya,
Kamu pun juga bukan Milea, yang luluh karena keanehan Dilan,
Setidaknya aku juga bukan Rangga, yang sibuk menulis puisi untuk Cinta,
Aku bisa saja membuat Dilan dengan Pingkan,
Atau mungkin Sarwono dengan Cinta,
Bisa juga Rangga dengan Milea,
Tapi aku tetap yakin, aku akan ada untukmu

D.9.2.18

Goresan Rindu

Rindu ini memang tidak mempunyai ujung yang jelas.
Aku memikirkanmu dengan perasaan harap-harap cemas.
Ada guratan gelisah di jendela rumahmu, dengan debu tebal bertuliskan namamu.
Hanya namamu yang tergores dengan indah di atas debu yang terkumpul lalu.
Harus bagaimanakah lagi aku sampaikan kegundahan?
Menyebarkan ilalang tanya seluruh perasaan.
Jika rindu memang siksaan.
Kala jemarimu tak lagi memberikan pesan.

D.21.2.18
Bantul

Kue

Aku ingin mendengar kau bercerita,
Tentang kue-kue yang tersaji di atas meja,
Aku yakin itu antara tepung, air dan mentega,
Dan akupun yakin kau mengaduknya dengan rata,

Kau pun bercerita tentang loyang pemanggangan,
Mengukur derajat selsius saat adonan dimasukkan,
Tapi kau tertunduk lesu di meja itu,
Kau bilang mematahkan alat aduk milik ibu,

Tetapi, aku hanya dapat melihat kau bercerita,
Tentang kue-kue yang tersaji di atas meja,
Aku berharap kelak juga akan ada keadaan yang sama,
Saat jarak ribuan kilo ini sudah tidak ada,

D.10.2.18

Roda Rindu

Dalam gelinding roda
Yang melaju pada jalanan ibu kota
Bersama derai hujan
Yang mengguyur perjalanan
Aku merindukan percakapan
Diantara keheningan
Yang aku ciptakan

Seketika
Lembaran pesan itu
Bergulir atas kuasaku
Yang menganulir
Segenap rindu
Yang mencoba mengalir

Aku kembali berkonsentrasi
Kepada roda
Bertanya dalam gelap
Akan dibawa kemana rindu ini?

D.18.01.18
Tlahap, Perjalanan menuju Bogor

Konspirasi Alam Semesta

(#BukuUntuk2018)

Selesai baca buku ke-4
Konspirasi Alam Semesta – Fiersa Besari
Mediakita, Jakarta (2017)
238 halaman
Lama baca : 24-29 Januari 2018

Continue reading “Konspirasi Alam Semesta”

Asancaya

Malam selalu menjadi misteri, tentang segalanya di dunia disembunyikan dalam pekatnya gelap. Cahaya yang berpendar begitu sedikit menjadi hal pendukung yang begitu menguntungkan. Tetapi, malam adalah keindahan, dimana hal yang disembunyikan dari keramaian akan ditemukan dalam kedamaian. Seperti bintang yang kalah dengan polusi cahaya, ia akan begitu berkuasa ketika berada di kedamaian pegunungan atau tepian daratan. Continue reading “Asancaya”

Negeri Kabut

(#BukuUntuk2018)

Selesai baca buku ke-3
Negeri Kabut – Seno Gumira Ajidarma
Grasindo, Jakarta (2016)
157 halaman
Lama baca : 13-24 Januari 2018

Continue reading “Negeri Kabut”

Bisul Rindu

Barisan rinduku terkumpul,
Menyesak seperti bisul,
Ku pelihara hingga besar,
Hingga sudah seperti belukar,

Rindu itu ingin bertemu,
Ketika aku sudah berada di titik jemu,
Mengadukan perasaan yang tidak tertebak,
Ku kiaskan seperti deburan ombak,

Benar seperti itu,
Seperti tawamu,
Kala kita bertemu,
Di ujung senja yang beradu,

Jarang, tapi berkesan
Wajar ia menjadi hantu kenangan,

D.8.1.18

The Lord of The Rings : The Retrun of The King

(#BukuUntuk2018)

Selesai baca buku ke-2
The Lord of The Rings : The Retrun of The King – JRR Tolkien
Gramedia, Jakarta (2016)
520 halaman
Lama baca : 12 Agustus 2017 – 13 Januari 2018

Continue reading “The Lord of The Rings : The Retrun of The King”

99 untuk Tuhanku

(#BukuUntuk2018)

Selesai baca buku ke-1
99 untuk Tuhanku – Emha Ainun Nadjib
Bantang, Yogyakarta (201)
112 halaman
Lama baca : 3 Desember 2017 – 11 Januari 2018

Kali ini sudah sekian dari buku yang mempunyai latar sastra dan puisi sehingga ini bukan buku pertama dengan tema tersebut. Tetapi, proses untuk mendapatkan buku ini memang bukan melalui pembelian, bukan pula atas jasa pertanyaan forum. Tetapi karena menjadi 100 peserta pertama dalam sebuah seminar di UIN Sunan Kalijaga.

Continue reading “99 untuk Tuhanku”

Pertemuan part 2

Malam memang menjadi tempat terindah untuk menikmati alam. Mengapa demikian? Aku punya alasan kuatnya. Karena dibalik gelap dan hitam yang cenderung mempunyai nilai negatif aku menemukan permata yang indah, yaitu rembulan dan bintang. Pijarannya merupakan hal yang terindah jika dapat disaksikan dengan mata telanjang. Continue reading “Pertemuan part 2”

Pertemuan part 1

Menjelajahi sudut buku adalah perjalan terbaik. Tidak perlu jauh-jauh bertualang, cukup membaca dan jendela petualangan itu terbuka. Tetapi hanya dapat merasakannya saja, jika perlu praktik maka bertualanglah ke alam. Tetapi buku adalah kunci terbaik untuk membuka wawasan, buku apapun itu menurutku. Continue reading “Pertemuan part 1”

Sabana

Hujan mengguyur bumi,
Menghamburkan imajinasi,
Berada entah dimana,
Menikmati indahnya suasana,

Membawaku terbang,
Melewati malam dan siang,
Memandang sabana rerumputan,
Menghijau sejauh hamparan,

D.27.9.17

Kota

Menapaki pedestrian yang lebar cukup untuk memanjakan kaki agar melangkah kemanapun. Pedestrian itu benar-benar luas, tidak ada yang menghalangi. Kecuali di pinggir pedestrian, sebagai pembatas dengan jalan raya, terdapat beberapa pot-pot besar dengan pohon yang cukup rindang daunnya. Kondisi ini menyebabkan kian nyamannya ketika berjalan, tidak begitu panas saat terik mentari menyentuh bumi.

Continue reading “Kota”

Ruang Dimensi

Melintasi ruang dan waktu,
Diantara ruang imajinasi yang tak menentu,
Menuntun pada dimensi tertentu,
Bahkan menembus sekat waktu,

Bolehkah aku berdiam diri,
Mencari hal yang begitu sejati,
Ataupun barang yang dikenal sebagai hakiki,
Mumpung aku masih berada di dunia ini,

Imajinasi tentang kosong,
Ruang yang begitu melompong,
Bahkan waktu yang meneropong,
Pada masa yang tak berbohong.

D.8.8.17

Perjuangan

Perjuangan tidak mengenal lelah,
Begitu orang-orang pejuang berpendapat,
Sedangkan aku, terpuruk pada asa,

Berjuang artinya:
mempasrahkan semuanya pada tujuan,
Berjuang harus punya kekuatan,
Setidaknya untuk menguatkan asa,

Untuk Agama, Nusa dan Bangsa.

D.11.1.17
Pinggir Kota

Jurnal Penutup

Mengisi hari dengan membaca buku merupakan hal yang baik, begitulah setidaknya wawasan kita akan semakin terbuka. Tidak hanya buku tertentu, tetapi semua buku. Baik itu novel ataupun buku sastra lainnya. Dalam buku itu sendiri mengandung unsur kaya akan pesan yang disampaikan oleh penulisnya.

Continue reading “Jurnal Penutup”

Bayang Rindu

Kau mungkin sedang dilanda rindu,
ketika semua yang terkenang,
menjadi sebuah bayang.

Terantuk pada ruang imajinasi,
yang telah lama menanti.
Terbayang dalam sebuah sekat,
yang begitu pekat.

Menahan segala rasa
yang ingin meluap
terapi menjadi uap,
hilang
pada saat terbang.

Dan kini aku sedang merindukanmu.

D.1.2.18

Blog at WordPress.com.

Up ↑