Search

el suyuthi

penjelajah kata tanpa arti

Category

Sajak

Sajak

Rel Yang Basah

Langit memang telah jemu
Melukis jalan ular besi dari sengatan mentari
Tidak berbekas
Terlalui
Meski besi melata itu terus berjalan
Mentari tetap enggan menyapa
Memberikan kesan lesu pada dunia
Dan semua yang berlalu
Menjadi sejarah

D.301017
Kereta Cirebon – Jogja

Advertisements

Tirani Pembangunan

Pembangunan,

mestinya menghargai kehidupan.

Pembangunan,

bukan upaya untuk melegitimasi

penggusuran.

Pembangunan,

adalah langkah untuk menyejahterakan

mereka yang belum sejahtera.

D.301017

Kereta Cirebon – Jogja

Sejahtera adalah harmoni,

Tapi pembangunan bisa saja Tirani.

Sudah Tiada Lagi

Sudah tiada lagi

wajahmu

dalam jarak yang begitu dekat.

 

Sudah tiada lagi

cerita indah

dalam setiap penghantar tidur.

 

Sudah tiada lagi

kesempatan

untuk mengulang kembali

apa yang sedang terjadi.

 

Sudah tiada lagi

kamu

dalam satu pelukan hangat

di malam yang begitu dingin.

 

Sudah tiada lagi

penantian

aku dan dirimu.

 

 

D.161117

Mencumbui Buku

Entah, malam-malam sekarang menjadi sunyi. Kesendirian telah berhasil menguasai. Segenap hati yang begitu sunyi pun akhirnya terkurung sendiri. Di balik jeruji yang terus saja menutupi. Gerak langkah dan pikiran pun harus terhenti.

Bolehkah aku terhenyak dan harus sendiri? Sekedar menikmati hidup yang begitu alami. Bersama lembaran kertas yang dipenuhi oleh paragraf berisi. Bercerita tentang keteladanan dari sufi.

Bagaimanakah aku dapat menguasai rindu jika tidak bertemu? Tidak usah untuk sekedar menggerutu karena ada sepi dan sunyi yang saling bertemu. Sambil memuja buku-buku di rak-rak yang berbaris lucu. Tetapi cumbu, apakah harus kamu?

Terpenjara Malam

Satu rinduku jatuh

dalam dekapan malam

berkepanjangan.

Tersunyikan

dalam hingar bingar

kerumunan.

Berjajar

mengelilingi pertunjukan.

Tiada rinduku yang tertahan,

meski mimpi mengejarku

hingga pinggiran.

Dan asaku kembali terdiam,

terpenjara dalam abadinya malam.

D.51217

Pulang Kepada-Mu

Aku pun kembali pulang

bersama mimpi yang mengambang

di angan-angan.

Sudah tibakah saatnya,

aku bersimpuh

dalam palung samudera.

Menggenggam dosa

yang siap untuk dibakar dalam bara.

Kembaliku pada titik terendah

dan terhapus dari dosa yang telah mendarah.

Kini, aku pada-Mu Tuhan.

 

D.51217

Jalanan Ramai

Ramai kadang menyergap.

Memacetkan perasaan yang meluap-luap.

Tidak terbendung luberannya sampai dimana, sampai kapan.

Lalu lintas begitu padat.

Menyekat perkotaan yang begitu ramai.

Di jalanan, semua tumpah.

Di jalanan, semua ruah.

Di jalanan, ramai yang tak terpisah.

Dan tak berbenah.

D.301017
Cirebon

Berpura-pura

Semua akan memiliki rasa kepuraan,
Meminta, sejatinya tidak,
Memberi, padahal hanya legalisasi,
Berpura sehat padahal sakit dan lemah,
Berpura miskin padahal kaya dan melimpah,
Semua penuh pura-pura,
Bahkan aku yang mungkin juga berpura-pura.

Dlfn.301017 #1
(Cirebon)

Maha Perencana

Perjalanan akan terus mengalir, tidak ada yang tahu dengan semua yang direncanakan. Meskipun sudah terencana, tetapi bisa apa daya ini menghadapi ‘Rencana’.

Setiap perjalanan adalah cerita. Tidak semuanya sama, sesuai dengan rencana kita. Percaya saja, dalam perjalanan ada sebuah pengalaman berharga. Meski harus menggalinya.

Satu kunci dalam perjalanan: Ikhtiar dan Pasrahlah kepada Maha Perencana.

Dlfn.291017
(dalam perjalanan bus dari Bandung menuju Cirebon)

Blog at WordPress.com.

Up ↑